Spiritual and Environmental Harmony: The “Green” Movement of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia from a Sufi Perspective
Kata Kunci:
Green Islam, Kementerian Agama RI, Tasawuf, Ekosufisme, Pelestarian Lingkungan, Etika Lingkungan IslamAbstrak
Penelitian ini mengkaji gerakan "Green" yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dalam perspektif tasawuf, sebuah pendekatan spiritual Islam yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Latar belakang penelitian ini adalah krisis lingkungan yang semakin mendesak dan perlunya pendekatan spiritual untuk membangun kesadaran ekologis di kalangan umat Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai sufistik diimplementasikan dalam gerakan Green Kemenag RI, dengan fokus pada program Green Waqf dan edukasi di madrasah. Manfaat penelitian ini adalah memberikan wawasan teoritis mengenai ekosufisme dan panduan praktis bagi pengambil kebijakan dan praktisi agama dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam program pelestarian lingkungan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis tematik terhadap dokumen Kemenag, literatur tasawuf, dan kajian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai sufistik seperti zuhud (kesederhanaan), syukur, dan tafakkur (renungan mendalam) menjadi motivasi utama dalam pelestarian lingkungan yang diimplementasikan melalui program Green Waqf, penanaman pohon, dan edukasi lingkungan di madrasah serta pesantren. Gerakan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran ekologis umat Islam, tetapi juga memperkuat hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan sebagai inti ajaran tasawuf. Penelitian ini merekomendasikan penguatan integrasi nilai sufisme dalam kebijakan dan pendidikan lingkungan berbasis agama untuk mendukung keberlanjutan dan mitigasi krisis lingkungan di Indonesia.
Referensi
Abdillah, M. H., & Soleh, A. K. (2024). Konsep Insan Kamil Al-Jili Dan Relevansinya Terhadap Masyarakat Sosial Perspektif Ilmu Tasawuf. Wahana Akademika: Jurnal Studi Dan Sosial, 11(1). https://doi.org/10.21580/wa.v11i1.18140
Ahmad Arsyul, A. (2023). Gerakan Sosial Tarekat Idrisiyyah; (Melacak Akar Moderasi dalam Konsep Tasawuf Sanusiyyah). Siyasyatuna | Jurnal Hukum Tata Negara, 3(2).
Akbar, V. D. F. (2025). Kemenag Gaungkan Gerakan Hijau Lewat Masjid dan Wakaf. https://www.indonesiainfo.id/artikel/65939/kemenag-gaungkan-gerakan-hijau-lewat-masjid-dan-wakaf/
Anieg, M. (2024). Kontruksi Pemikiran Sufistik Sayyed Hossein Nasr Tentang Ecological Ethics (Studi Terhadap Pandangan Suwito). Didaktika Islamika STIT Muhammadiyah Kendal, 15(1). https://doi.org/10.38102/qnytqj48
Antara, A. (2025). Gelorakan Hari Bumi 2025, Kemenag RI Tanam Sejuta Pohon Matoa. https://malang.times.co.id/news/berita/KSafFsiLE/Gelorakan-Hari-Bumi-2025-Kemenag-RI-Tanam-Sejuta-Pohon-Matoa
Arief, G. (2024). Implementasi nilai-nilai sufistik dalam pendidikan lingkungan hidup di Sekolah Ekologi SMPN 10 Purwakarta. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Arifai, Y. (2025). Kemenag RI Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Madrasah. https://timesindonesia.co.id/peristiwa-nasional/497473/kemenag-ri-dukung-program-makan-bergizi-gratis-di-madrasah
Arisyi, M. (2024). Nilai-Nilai Eko-Sufisme Dalam Ensiklik Laudato Si’. UIN Sunan Kalijaga.
Dangio, I. (2025). Lingkungan Hidup 2025: Menata Ulang Arah atau Melanjutkan Krisis? https://republish.id/2025/01/23/lingkungan-hidup-2025-menata-ulang-arah-atau-melanjutkan-krisis/
Dosen FKIP Universitas Jambi, & Supian, S. (2018). Krisis Lingkungan Dalam Perspektif Spiritual Ecology. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera, 16(31), 72–89. https://doi.org/10.24114/jkss.v16i31.10175
Efendi, M. A. (2025). Kemenag Dorong Pelestarian Lingkungan Lewat Program Green Waqf. https://kemenag.go.id/nasional/kemenag-dorong-pelestarian-lingkungan-lewat-program-green-waqf-yJUeT
Fauzzia, W., Handayani, R. D., Ramdhan, Y. M., Andreawati, E., & Erika, T. (2018). Penyuluhan Gerakan Go Green Sejak Dini di SD Cipta Karya Bandung. Jurnal Khatulistiwa Informatika, 1(2). https://doi.org/10.31294/jabdimas.v1i2.3738
Febriani, N. A. (2018). Ekosufisme Berwawasan Gender Dalam Al-Qur’an. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 16(1), 127. https://doi.org/10.14421/musawa.2017.161.127-152
Fios, F. (2019). Menjadi Manusia Spiritual-Ekologis Di Tengah Krisis Lingkungan Sebuah Review. Jurnal Sosial Humaniora (JSH), 12(1).
Haq, S., Lubis, S., Raqieb, A., & Agustin, S. (2024). Eco-Sufism of Kajang Tribe in the Tradition of “Pasang Rikajang” Indigenous Community of Sulawesi, Indonesia. Mimbar Agama Budaya, 41(2), 196–205. https://doi.org/10.15408/mimbar.v41i2.41541
Humas IAIN Parepare. (2025). Kemenag Tanam Satu Juta Pohon Matoa di Hari Bumi 2025, Prof. Hannani: Langkah Nyata Merawat Ciptaan Tuhan. https://www.iainpare.ac.id/en/blog/news-1/kemenag-tanam-satu-juta-pohon-matoa-di-hari-bumi-2025-prof-hannani-langkah-nyata-merawat-ciptaan-tuhan-4505
Imamah, F. M. (2017). Menghadapi Kapitalisme Pendekatan Eco-Sufism dalam Gerakan Environmentalisme Islam Indonesia. Komtemplasi, 5(1).
Irawan, B. (2025). Gerakan “Green” Sufisme di Indonesia. https://uinjkt.ac.id/id/gerakan-green-sufisme-di-indonesia
Irawan, B., & Widjajanti, R. S. (2021). Sufisme Dan Gerakan Environmentalisme: Studi Eco-sufism Di Pondok Pesantren Ath Thaariq Garut, Jawa Barat. Ushul Press.
Iryanti, D. (2025). Krisis Lingkungan 2025: 4 Catatan WALHI yang Harus Diketahui. https://environment-indonesia.com/krisis-lingkungan-2025-4-catatan-walhi-yang-harus-diketahui/
Khikamuddin, M., Ainiyah, M., & Anwar, Moh. K. (2024). Al-Ghazali’s Eco-Sufism for Environmental Preservation: Living Sufism at Pesantren Al-Anwar 3 of Central Java. Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism, 13(1), 133–160. https://doi.org/10.21580/tos.v13i1.22139
Khoeron, M. (n.d.). Gaungkan Wakaf Hutan untuk Kelestarian Lingkungan, Kemenag Gagas Program Green Theology. https://kemenag.go.id/nasional/gaungkan-wakaf-hutan-untuk-kelestarian-lingkungan-kemenag-gagas-program-green-theology-Ly1Q2
Kusnadi, K., Zulfikar, E., & Juwita, R. (2023). Eco-Sufism In Tafsir Al-Azhar: Hamka’s Sufism Interpretation’s Contribution To Sustainable Environmental Conservation In Indones. Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an Dan Tafsir, 8(1). https://doi.org/10.32505/at-tibyan.v8i1.5699
Lebak, P. (2025). Kementerian Agama Gelar Gerakan Nasional Tanam 1 Juta Pohon Matoa, APRI Lebak Siap Sukseskan Program. https://apripusat.or.id/kementerian-agama-gelar-gerakan-nasional-tanam-1-juta-pohon-matoa-apri-lebak-siap-sukseskan-program
MAN 4 Jakarta. (2025). MAN 4 Jakarta Tanam 10 Pohon Matoa, Dukung Gerakan Satu Juta Pohon Kemenag RI. https://man4jkt.sch.id/2025/04/22/man-4-jakarta-tanam-10-pohon-matoa-dukung-gerakan-satu-juta-pohon-kemenag-ri/
MTs Negeri 2 Mataram. (2025). Kemenag RI Luncurkan Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa, MTsN 2 Mataram Ikut Ambil Bagian. https://mtsn2mataram.sch.id/kemenag-ri-luncurkan-gerakan-penanaman-1-juta-pohon-matoa-mtsn-2-mataram-ikut-ambil-bagian/
Pendis Kemenag. (2025). Madrasah Hijaukan Indonesia, Tanam 1 Juta Pohon Matoa Sambut Hari Bumi 2025. https://pendis.kemenag.go.id/direktorat-kskk-madrasah/madrasah-hijaukan-indonesia-tanam-1-juta-pohon-matoa-sambut-hari-bumi-2025
Rohidayah, A. (2018). Eco-Sufism In Ahmad Toharis Selected Literary Works. Sanata Dharma University.
Saputra, I. M. J. (2025). Kemenag Gaungkan Gerakan Green Waqf, Wakaf Hutan Jadi Simbol Pelestarian Bumi. https://bimashindu.kemenag.go.id/berita-pusat/kemenag-gaungkan-gerakan-green-waqf-wakaf-hutan-jadi-simbol-pelestarian-bumi-hNXma
Saragih, A. A. (2025). Banjir 2025 dan Krisis Lingkungan. https://news.detik.com/kolom/d-7827459/banjir-2025-dan-krisis-lingkungan
Sugiarti, I., & Riyanto, W. F. (2024). Understanding the Concept of Eco-Sufisme in Pekalongan, Indonesia (Analyzing Mbah Munawar and Habib Ahmad D Sahab). MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion, 1(1), 33–43. https://doi.org/10.57235/mesir.v1i1.2069
Suhaimi, S. (2021). Eko-Sufisme di Pesantren Studi Atas Konservasi Lingkungan di Pondok PesantrenPutri 1 Al-Amien Prenduan. IAIN Madura.
Sunarno, S. (2022). Dimensi Eco Sufisme dalam Laku Tasawuf Pangersa Abah Anom terhadap Pelestarian Lingkungan. Eureka Media Aksara.
Suwito, S. (2011). Pola Konsumsi Dalam Islam Dan Konsep Eco-Sufisme Muhammad Zuhri. Ibda` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 9(1), 71–88. https://doi.org/10.24090/ibda.v9i1.30
Sya’bani, S. M. (2025). Dukung Deklarasi Istiqlal, Kemenag Targetkan 160 Green KUA pada 2025. https://kemenag.go.id/nasional/dukung-deklarasi-istiqlal-kemenag-targetkan-160-green-kua-pada-2025-HUgCK
Thea, A. (2025). 4 Catatan Walhi Soal Krisis Lingkungan yang Makin Parah 2025. https://www.hukumonline.com/berita/a/4-catatan-walhi-soal-krisis-lingkungan-yang-makin-parah-2025-lt678b0960ce70b/
Zulfah, I. (2025). Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) menyoroti Krisis Lingkungan yang Makin Parah 2025. https://portalhukum.id/opini-hukum/walhi-wahana-lingkungan-hidup-indonesia-menyoroti-krisis-lingkungan-yang-makin-parah-2025/
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Muhamad Yusuf Sidiq

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



