Kenduri Ladang di Aceh Singkil : Perubahan Lingkungan dan Penciptaan Ekonomi
Kata Kunci:
Aceh Singkil, Economic Transformation, Environmental Change, Kenduri Ladang, Rice and Oil PalmAbstrak
Kenduri Ladang merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Singkel untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen padi dan menangkal sial, bencana, serta hama. Tumbuhnya tanaman padi di Aceh Singkil tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat tetapi juga merupakan ritual yang telah menjadi tradisi. Perayaan Kenduri Ladang dilaksanakan dua kali dalam setahun, dengan membawa kue opom yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, dan sisa kue opom disebar mengelilingi areal persawahan. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat Singkel yang awalnya menanam padi kini beralih menanam kelapa sawit, dan secara tidak langsung menghilangkan Kenduri Ladang. Penelitian ini menjelaskan mengapa masyarakat Singkel beralih dari padi ke kelapa sawit, dan apa dampaknya terhadap hilangnya Kenduri Ladang. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi, yaitu dengan mengamati secara langsung situasi lapangan di Aceh Singkil yang penuh dengan tanaman kelapa sawit, melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat dan warga setempat. Studi ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan lingkungan memengaruhi masyarakat untuk beralih dari padi ke kelapa sawit. Tekstur tanah Aceh Singkil yang tidak lagi dapat ditanami padi, dan seringnya gagal panen, mendorong masyarakat untuk akhirnya beralih ke kelapa sawit. Hal ini dilakukan setelah melihat tanaman kelapa sawit tumbuh subur dan dikelola dengan baik oleh perusahaan. Pada akhirnya, Kenduri Ladang pun menghilang karena tidak ada lagi tanaman padi.
Referensi
Al-Fairusy, M., Abdullah, I. 2020. “‘Enda Kalak Singkel’ Strengthening Consciousness of Community Identity of Aceh’s Border; Ethnic Contestation And Religion In Singkil.” Islam Futura 20 (2):196–210.
Arifin, M., & Manan, A. 2018. “Cultural Traditions of Khanduri Blang in Reubee Village Aceh, Indonesia.” Jurnal Ilmiah Peuradeun 6 (3):427–46.
Dahri, S. S., Shadiqin, S. I, & Ramli. 2023. “Jejaring Pendidikan Islam; Proses Pembentukan Relasi Guru Dan Murid Pesantren Di Kabupaten Aceh Singkil.” At-Ta’dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam 15 (2):220–36.
Elmhirst, R., Siscawati, M., Basnett, B. S., & Ekowati, D. 2017. “Gender And Generation In Engagements With Oil Palm In East Kalimantan, Indonesia: Insights From Feminist Political Ecology.” The Journal of Peasant Studies 44 (6):1135–57.
Hanafiah, J. 2016.“Derita Aceh Singkil, Kabupaten Tertinggal yang Dilingkari Sawit.” https://www.mongabay.co.id/2016/03/17/derita-aceh-singkil-kabupaten-tertinggal-yang-dikepung-sawit/.
Indrizal, E., Ermayanti, Irwandi, A., Anwar, H., & Alyan, R. A. 2024. “It Goes On: Oil Palm Plantations, Local Communities and Land Conflict in West Pasaman District, Indonesia.” Jurnal Sosial Humaniora (JSH) 17 (1):72–90.
Khairuddin. 2019.“Kenduri Opom, Tradisi Khas Aceh Singkil.” https://aceh.tribunnews.com/2019/08/12/kenduri-opom-tradisi-khas-aceh-singkil.
Li, T. M, & Semedi. P., 2022. Hidup Bersama Raksasa: Manusia dan Pendudukan Perkebunan Sawit. Tangerang Selatan: Marjin Kiri.
Lund, C. 2017. “Predatory peace. Dispossession at Aceh’s oil palm frontier.” The Journal of Peasant Studies 45 (2):1–22.
Nazaruddin, M., Nasution, A. N., Kamil, A. I., Arifin, A., dan Aulia, F. 2023. “Conflict and Resistance in Oil Palm Corporation ; An Analysis of Corporate Relations, Labor, and The ‘Ninja’ Phenomenon at Aceh Tamiang.” Proceedings of the 4th International Conference on Social Science, Political Science, and Humanities (ICoSPOLHUM 2023) 1–8.
Mughni, A. 2018. “Ritual Khanduri Blang: Agama dan Adat.” Jurnal Al-Ijtimaiyyah 4 (1):1–8.
Nurhayati. 2024.“Singkil, Daerah Perkebunan Sawit Terbesar Kedua di Aceh.” https://www.rri.co.id/daerah/857297/singkil-daerah-perkebunan-sawit-terbesar-kedua-di-aceh.
Pohan, Z. R. H. 2021. Sejarah Tanpa Manusia: Historiografi Singkel Abad VII - XXI. Yogyakarta: Jejak Pustaka.
Sahdin, A. 2020. “Gerakan Sosial Dan Sengketa Lahan Di Aceh Singkil (Studi Kasus: Masyarakat Kecamatan Singkil versus PT. Nafasindo).” UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.
Salsabila, H. 2022. “Perubahan Tradisi Wiwitan di Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang (1980-2021).” Historiografi: Journal of Indonesian History and Education 2 (2):265–76.
Subhani, N. Candrasari, R., Arifin, A., & Kamil, A. I.. 2022. “Palm Oil and the Dynamics of Community Changes: Lesson Learned From Aceh and West Kalimantan.” Proceedings of Malikussaleh International Conference on Multidisciplinary Studies (MICoMS).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Romario

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



