Guardians of the Forest, Keepers of Ancestral Spirits: The Role of Traditional Shamans in the Ecological Resilience of Bangka Island
Kata Kunci:
Traditional Shamans, Sacred Forest, Ecological Conservation, Traditional Ecological Knowledge, Bangka IslandAbstrak
Pulau Bangka, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat ini mengalami degradasi lingkungan yang signifikan yang disebabkan oleh penambangan timah yang ekstensif dan perluasan perkebunan monokultur. Kegiatan-kegiatan ini telah menyebabkan penipisan ekosistem hutan dan erosi nilai-nilai ekologi lokal. Di tengah krisis ekologi ini, dukun adat di wilayah adat Mapur terus memainkan peran penting dalam konservasi hutan melalui penerapan hukum adat, ritual spiritual, dan pantangan yang berkaitan dengan kawasan hutan keramat (hutan larangan). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dukun adat dalam melestarikan ketahanan ekologi dan menjaga hutan adat, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam konteks transformasi sosial-ekonomi dan eksploitasi lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan observasi partisipatif di beberapa komunitas adat, termasuk Pelangas, Air Abik, dan Gunung Muda. Temuan menunjukkan bahwa dukun adat tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai penjaga pengetahuan ekologi tradisional, yang menegakkan praktik-praktik pemanfaatan lahan yang berkelanjutan, dan memastikan keseimbangan spiritual antara manusia dan alam. Namun, pengaruh modernisasi, ekspansi industri, dan melemahnya transmisi budaya menjadi ancaman serius bagi kelangsungan peran mereka. Studi ini menyimpulkan bahwa pengakuan dan integrasi sistem pengetahuan tradisional ke dalam tata kelola lingkungan formal dan strategi adaptasi perubahan iklim sangat penting untuk mencapai konservasi yang inklusif dan berkelanjutan. Penguatan posisi dukun adat dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ketahanan lingkungan berbasis masyarakat.
Referensi
Afiff, S. A., & Rachman, N. F. (2019). Institutional Activism: Seeking Customary Forest Rights Recognition from Within the Indonesian State. The Asia Pacific Journal of Anthropology, 20(5), 453–470. https://doi.org/10.1080/14442213.2019.1670245
Bernardio, R. A. B. (2023, February 1). 5 Cerita Masyarakat Penjaga Hutan di Indonesia. Mongabay.co.id. https://www.mongabay.co.id/2025/02/01/5-cerita-masyarakat-penjaga-hutan-di-indonesia/
Beatty, A. (2004). Local Spiritual Authorities and Religious Orthodoxy. Cambridge University Press.
Berkes, F. (2012). Sacred Ecology (3rd ed.). New York: Routledge. https://doi.org/10.4324/978020312384
Berkes, F., Colding, J., & Folke, C. (2000). Rediscovery of Traditional Ecological Knowledge as Adaptive Management. Journal Ecological Applications, 10(5), 1251–1262. https://doi.org/10.2307/2641280
Bhagwat, S. A., & Rutte, C. (2006). Sacred groves: potential for biodiversity management. Frontiers in Ecology and the Environment,. 4(10), 519–524. https://doi.org/10.1890/1540-9295
Budi, D., Putra., P. S., & Novendra, H. (2024). Tergerusnya kearifan lokal orang Mapur di Tengah Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit PT. GPL di Dusun Air Abik, Kabupaten Bangka. Academy of Education Journal, 15(1):121-135. https://doi.org/10.47200/aoej.v15i1.2142.
Cholillah, J. (2017). Pengelolaan Hutan Berbasis Budaya Lokal Di Dusun Pejam Kabupaten Bangka. Jurnal Society, 5(1):46-58. http://dx.doi.org/10.33019/society.v5i1.19
Cooke, B., & Kothari, U. (2001). The Case for Participation as Tyranny. London: Zed Books. http://dx.doi.org/10.1016/S0738-0593(02)00022-6
Elis., & Almi. (2025, Maret 2). Harmoni dengan Alam: Peran Suku Mapur dalam Menjaga Ekosistem Bangka. Pagaralampos.com. https://pagaralampos.disway.id/read/727788/harmoni-dengan-alam-peran-suku-mapur-dalam-menjaga-ekosistem-bangka
Erick, T. (2022, 14 November). Kisah Para Dukun yang Menjaga Hutan Tersisa di Pulau Bangka. Liks.suara.com. https://liks.suara.com/read/2022/11/14/201601/kisah-para-dukun-yang-menjaga-hutan-tersisa-di-pulau-bangka
Fitriani, N., & Ruswandi, R. (2020). Relasi Pengetahuan dan Kekuasaan Dukun dalam Pengobatan Tradisional Pada Masyarakat Dusun Lubuk Tenam Kecamatan Jujuhan Ilir Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Jurnal Riset dab Tindakan Indonesia (JRTI), 5(1):25-27. http://dx.doi.org/10.29210/3003475000
Gavin, M. C., McCarter, J., Berkes, F., Mead, A. T. P,. Stearling, E. J., Tang, R., & Turner, N. J. (2018). Effective Biodiversity Conservation Requires Diverse Approaches and Partnerships. Journal Nature Sustainability, 10(6), 398–405. https://doi.org/10.3390/su10061846
Gavin, M. C., McCarter, J., Mead, A., Berkes, F., Stepp, J. R., Peterson, D., Tang, R. (2020). The Importance of Biocultural Approaches to Conservation. Nature Sustainability, 3, 580–582. https://doi.org/10.1016/j.tree.2014.12.005
Ismi, N. (2024). Analisis Situs Sakral Alami Suku Mapur Untuk Konservasi Alam Di Pulau Bangka (Studi Kasus Hutan Larangan Gunung Cundong). Thesis Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana. Semarang: Universitas Diponegoro. https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/27454
Ismi, N., & Wijaya, T. (2022, November 15). The "Shaman" Spirit in the Remaining Forest of Bangka Island. Rainforestjournalismfund.org. https://rainforestjournalismfund.org/projects/shaman-spirit-remaining-forest-bangka-island
Ismi, N., & Wijaya, T. (2022, November 30). Kisah para dukun yang menjaga hutan tersisa di Pulau Bangka. Ekuatorial.com. https://www.ekuatorial.com/2022/11/kisah-para-dukun-yang-menjaga-hutan-tersisa-di-pulau-bangka/
Kimmerer, R. W. (2020). Braiding Sweetgrass: Indigenous Wisdom, Scientific Knowledge, and the Teachings of Plants. Menneapolis: Milkweed Editions. https://archive.org/details/braiding-sweetgrass-indigenous-wisdom-scientific-knowledge-and-the-teachings-of-plants_202212
Li, T. M. (2007). The Will to Improve: Governmentality, Development and the Practice of Politics. Durham: Duke University Press. https://doi.org/10.2307/j.ctv11smt9s
Maria., Hadijah, A. K., & Taskur. (2021). Kearifan Lokal Masyarakat Adat Cerekang Dalam Menjaga Dan Melestarikan Hutan Adat Di Desa Manurung Kabupaten Luwu Timur. Jurnal Penelitian Kehutanan Bonita, 2(2):43-50. http://dx.doi.org/10.55285/bonita.v2i2.498
Maffi, L., & Woodley, E. (2021). Biocultural Diversity Conservation: A Global Sourcebook. London: Routledge. https://doi.org/10.4324/9781849774697
Nilna, A. H. (2022). Adat Law and Legal Pluralism in Indonesia: Toward A New Perspective?. Indonesian Journal of Law and Society 3(1), 1-24. http://dx.doi.org/10.19184/ijls.v3i1.26752
Peluso, N. L., & Vandergeest, P. (2020). Political Ecologies of War and Forests: Counterinsurgencies and the Making of National Natures. Annals of the Association of American Geographers, 101(3), 587-608. https://www.jstor.org/stable/27980202
Peter, Y. (2023, Mei 1). Penjaga Hutan Hujan Terbaik Dunia. Rainforestjournalismfund.org. https://rainforestjournalismfund.org/id/stories/penjaga-hutan-hujan-terbaik-dunia
Purnawan, N. (2010). Kearifan Lingkungan Tengger dan Peranan Dukun sebagai Faktor Penentu Pelestarian Lingkungan Tengger pada Desa Enclave Ngadas, Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Seminar Nasional Pengelollan Lingkungan Hidup. https://www.academia.edu/14498674/1_Kearifan_Lingkungan_Tengger_dan_Peranan_Dukun_sebagai_Faktor_Penentu_Pelestarian_Lingkungan_Tengger_pada_DesaEnclave_Ngadas_Taman_Nasional_Bromo_Tengger_Semeru_Suatu_Tinjauan_Hukum
Riswan (2021). Pengaruh Dukung Terhadap Masyarakat (Studi Kasus di Desa Laure-e Kecamatan Simeulue Tengah. Skripsi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Program Studi Sosiologi Agama. Darussalam-Banda Aceh: Universitas Ar-Raniry Repository. https://repository.arraniry.ac.id/cgi/users/home?screen=EPrint::Edit&eprintid=38823&stage=core#t
Robbins, P. (2022). Political Ecology: A Critical Introduction (3rd ed.). New Jersey: Wiley-Blackwell.
Silvia, E. S. (2024, September, 25). Hutan Adat di Indonesia dan Eksistensinya dalam Konteks Hukum, Masyarakat sebagai Pelaku Utama. Bahteraalam.org.
Spivak, G. C. (1988). Can the Subaltern Speak? In C. Nelson, & L. Grossberg (Eds.), Marxism and the Interpretation of Culture. Chicago: University of Illinois Press.
Suraya, A., & Noer, F. R. (2019). Institutional Activism: Seeking Customary Forest Rights Recognition from within the Indonesian State. The Asia Pacific Journal of Anthropology, 20(5), 453-470. https://doi.org/10.1080/14442213.2019.1670245
Wijaya, T. (2022, Maret 5). Tergerusnya Hutan Adat Suku Melayu Tua di Pulau Bangka. Mongabay.co.id. https://www.mongabay.co.id/2022/03/05/tergerusnya-hutan-adat-suku-melayu-tua-di-pulau-bangka/
Wijaya, T. (2022, Maret 14). Lindungi Masyarakat Adat, Menyelamatkan Hutan di Kepulauan Bangka Belitung. Rainforestjournalismfund.org. https://rainforestjournalismfund.org/id/stories/lindungi-masyarakat-adat-menyelamatkan-hutan-di-kepulauan-bangka-belitung
Wijaya, T. (2022, April 22). “Dukun” yang Turut Menjaga Kelestarian Bumi. Mongabay.co.id. https://www.mongabay.co.id/2023/04/22/dukun-yang-turut-menjaga-kelestarian-bumi/
Wijaya, T., & Ismi, N. (2022, November 13). Mengembalikan Peran Dukun sebagai Penjaga Hutan dan Adat. Mongabay.co.id. https://www.mongabay.co.id/2022/11/13/mengembalikan-peran-dukun-jaga-keselarasan-manusia-dan-alam
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Dwi Jati Marta, Tika Pustika Fersari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



