SILVOFISHERY DALAM KERANGKA EKONOMI BIRU: UPAYA MEMBANGUN KETAHANAN PESISIR DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI DESA KURAU BARAT, BANGKA TENGAH
Kata Kunci:
Ekonomi Biru, Perubahan Iklim, Ketahanan Pesisir, Mangrove, WanaminaAbstrak
Perubahan iklim telah membawa dampak signifikan pada ekosistem pesisir, terutama daerah mangrove yang berfungsi sebagai penyerap karbon biru dan penyangga bagi mata pencaharian masyarakat pesisir. Desa Kurau Barat, Kabupaten Bangka Tengah, menghadapi tekanan serius akibat degradasi mangrove akibat aktivitas penambangan timah dan rencana pembangunan infrastruktur besar, yang mengancam keberlanjutan ekologi sekaligus ketahanan sosial-ekonomi masyarakat lokal. Dalam konteks ini, silvofishery dipandang sebagai solusi berbasis alam yang sejalan dengan kerangka ekonomi biru, dengan mengintegrasikan konservasi mangrove dan praktik budidaya perikanan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Informan penelitian mencakup aparat desa, nelayan, petani tambak, tokoh masyarakat, kelompok lingkungan, serta pemangku kepentingan dari pemerintah dan LSM. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan perangkat lunak NVivo 12 digunakan untuk mengorganisir, mengkode, dan mengidentifikasi pola tematik. Temuan penelitian menunjukkan tiga hal utama. Pertama, kondisi ekologis dan sosial-ekonomi Desa Kurau Barat berada di bawah tekanan berat akibat degradasi mangrove dan aktivitas penambangan timah, yang menurunkan produktivitas perikanan dan meningkatkan kerentanan masyarakat pesisir. Kedua, potensi pengembangan silvofishery cukup besar, didukung oleh partisipasi masyarakat lokal, prospek pasar kepiting mangrove, dan kesesuaian dengan kebijakan ekonomi biru ASEAN, meskipun terdapat tantangan seperti konflik lahan, keterbatasan modal, dan dampak lingkungan dari pertambangan. Ketiga, penerapan silvofishery berkontribusi pada peningkatan ketahanan pesisir melalui rehabilitasi mangrove, diversifikasi ekonomi, dan mitigasi perubahan iklim dengan memperkuat stok karbon biru. Kesimpulannya, silvofishery memiliki potensi sebagai strategi utama dalam membangun ketahanan pesisir sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim di Bangka Tengah. Namun, keberhasilan implementasinya membutuhkan dukungan kebijakan, regulasi penambangan yang lebih ketat, serta pembangunan kapasitas masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Referensi
Adger, W. N. (2000). Social and Ecological Resilience: Are They Related?. Progress in Human Geography, 24(3), 347-364. https://doi.org/10.1191/030913200701540465.
Afrillia, D. (2021). Silvofishery, Alternatif Melestarikan Hutan Bakau dengan Budidaya Ikan. Goodnewsfromindonesia.id. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/09/24/silvofishery-alternatif-melestarikan-hutan-bakau-dengan-budidaya-ikan.
Affressia, R., Poedjirahajoe, E., & Hasanbahri, S. (2017). Karakteristik Habitat Mangrove di Sekitar Pertambangan Timah Lepas Pantai Kabupaten Bangka Selatan. Jurnal Manusia & Lingkungan, 24(3), 131-140. https://doi.org/10.22146/jml.22997.
Alongi, D. M. (2020). Blue Carbon: Coastal Sequestration for Climate Change Mitigation. Springer: Berlin.
Anjani, R., Ihsan, I. M., & Mawardi, M. I. (2023). Silvofishery, Harmoni Vegetasi Hutan Mangrove dan Budidaya Perikanan. Mongabay.co.id. https://mongabay.co.id/2023/08/29/silvofishery-harmoni-vegetasi-hutan-mangrove-dan-budidaya-perikanan/.
Apriyanto., Suwignyo, R. A., Ulqodry, T. Z., & Sarno. (2025). The Crab Silvofishery System as a Conservation Strategy in Mangrove Restoration Area: A Case Study on the Coast of Banyuasin, South Sumatera. Journal of Environmental Science and Sustainable Development, 8(1), 48-65. http://dx.doi.org/10.7454/jessd.v8i1.1336.
ASEAN. (2023). ASEAN Blue Economy Framework. Jakarta: ASEAN Secretariat. https://asean.org/wp-content/uploads/2023/09/ASEAN-Blue-Economy-Framework.pdf.
Ellison, A. M., Felson, A. J., & Friess, D. A. (2020). Mangrove Rehabilitation and Restoration as Experimental Adaptive Management. Frontiers in Marine Science, 7, 327. https://doi.org/10.3389/fmars.2020.00327.
Erwana, F., Dewi, K., & Rahardyan, B. (2016). Study of Socio-Economic and Environment Impacts of Inconventional Tin Mining (A Case Study: Bangka Barat District of Bangka Belitung Province). Jurnal Teknik Lingkungan, 22(2), 32-41. https://doi.org/10.5614/J.TL.2016.22.2.4.
Fatimah, G., Saputri, H. R., Rahmadhani, K., Hartoyo, A. P. P. (2024). Potensi Silvofishery Sebagai Blue Carbon Reservoir dan Sumber Pendapatan Masyarakat di Desa Sawah Luhur, Banten dalam Mitigasi Perubahan Iklim. Jurnal Silva Tropika, 8(1), 1-12. http://dx.doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v8i1.33017.
Fauzan, A. M., & Lazuardi, A. (2023). KLHK: Indonesia Punya 3,39 Juta Ha Mangrove. Antaranews.com. https://bali.antaranews.com/berita/328617/klhk-indonesia-punya-339-juta-ha-mangrove.
Gijsman, R., Horstman, E. M., Wal, D. V. D., Friess, D. A., Swales, A., & Wijnberg, K. M. (2021). Nature-Based Engineering: A Review on Reducing Coastal Flood Risk with Mangroves. Frontiers in Marine Science, 8, 702412. https://doi.org/10.3389/fmars.2021.702412.
Hafsyah, S. S. (2020). Wanamina untuk Konservasi Pantai dan Perbaikan Ekonomi. Forestdigest.com. https://www.forestdigest.com/detail/701/wanamina-untuk-konservasi-pantai-dan-perbaikan-ekonomi.
Hardi, E. H. (2024). Smart Silvofishery for Food Safety and Sustainable Aquaculture. World Aquaculture Society (was.org). https://www.was.org/Meeting/Program/PaperDetail/162649.
Herdiyanti., Suyanto, B., Mas’udah, S. (2025). Social Capital and Ecological Transformation in Post-Mining Land Restoration in Indonesia. Ambio (2025). https://doi.org/10.1007/s13280-025-02223-8.
Ismi, N. (2024a). Riset: Padang Lamun Dekat Penambangan Timah di Bangka Belitung Mengalami Kerusakan. Mongabay.co.id. https://mongabay.co.id/2024/11/29/riset-padang-lamun-dekat-penambangan-timah-di-bangka-belitung-mengalami-kerusakan/.
Ismi, N. (2024a). Tambang Timah dan Ancaman Kerusakan Daratan Kepulauan Bangka Belitung. Mongabay.co.id. https://mongabay.co.id/2024/12/29/tambang-timah-dan-ancaman-kerusakan-daratan-kepulauan-bangka-belitung/.
Kanan, A. H., & Giupponi, C. (2024). Coastal Socio-Ecological Systems Adapting to Climate Change: A Global Overview. Sustainability, 16(22), 10000. https://doi.org/10.3390/su162210000.
Kariada, N. T. M., & Irsadi, A. (2014). Peranan Mangrove sebagai Biofilter Pencemaran Air Wilayah Tambak Bandeng Tapak, Semarang. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 21(2), 188-194. https://doi.org/10.22146/jml.18543.
Khairunnisa, K., Setyobudiandi, I., & Boer, M. (2018). Estimasi Cadangan Karbon pada Lamun di Pesisir Timur Kabupaten Bintan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(3), 639-650. https://doi.org/10.29244/jitkt.v10i3.21397.
Kurniawan, W. (2024). Hutan Mangrove Ditebang! Penambangan Timah Sungai Rumpak Tak Terkendali. Suarapos.co.id. https://suarapos.co.id/hutan-mangrove-ditebang-penambangan-timah-sungai-rumpak-tak-terkendali/.
Malik, A., Rahim, A., Jalil, A. R., Amir, M. F., Arif, D. S., Rizal, M., Husain, J., William, D., & Jihad, N. (2023). Mangrove Blue Carbon Stocks Estimation in South Sulawesi Indonesia. Continental Shelf Research, 269, 105139. https://doi.org/10.1016/j.csr.2023.105139.
Marwa, T., Muizzudidin., Bashir, A., Andaiyani, S., Cahyadi, A. (2024). Determinants of the Blue Economy Growth in the Era of Sustainability: A Case Study of Indonesia. Economics, 12(11), 299. https://doi.org/10.3390/economies12110299.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Jakarta: UI Press.
Moleong, L. J. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Mollet, J. A., Titalessy, P. B., & Zulhendri. (2024). The Blue Economy Approach and Development of Marine Fisheries Potential in the Coastal Region of Jayapura City. Society, 12(2), 835-858. https://doi.org/10.33019/society.v12i2.745.
Murdiyarso, D., Purbopuspito, J., Kauffman, J. B., Warren, M. W., Sasmito, S. D., Donato, D. C., Manuri, S., Krisnawati, H., Taberima, S., & Kurnianto, S. (2015). The Potential of Indonesian Mangrove Forests for Global Climate Change Mitigation. Nature Climate Change, 5, 1089-1092. http://dx.doi.org/10.1038/nclimate2734.
Nabillah, A. P. (2024). Tambang Ilegal di Sungai Rumpak: Ketidakmampuan Aparat dan Hancurnya Ekosistem Vital. Laporpak.co.id. https://www.laporpak.co.id/2024/12/tambang-ilegal-di-sungai-rumpak.html.
Nita, C. N., & Sakti, A. T. (2024). Tingkatkan Produksi Kepiting Bakau di Bangka Tengah dengan Si Abang Tampan, Sudah Ada 340 Crab Box. BangkaPos.com. https://bangka.tribunnews.com/2024/08/07/tingkatkan-produksi-kepiting-bakau-di-bangka-tengah-dengan-si-abang-tampan-sudah-ada-340-crab-box.
Novida, R. (2024). Silvofishery: Integrating Fishery Production with Mangrove Conservation. Gis-coastalindo.com. https://gis-coastalindo.com/silvofishery-integrating-fishery-production-with-mangrove-conservation/.
Nurrahim, T. (2023). Mangrove Indonesia yang Amat Berguna. Indonesiabaik.id. https://indonesiabaik.id/infografis/mangrove-indonesia-yang-amat-berguna.
Perwitasari, W. K., Muhammad, F., & Hidayat, J. W. (2021). Budidaya silvofishery di Desa Mororejo Kabupaten Kendal untuk Mendukung Program Budidaya Berkelanjutan. Indonesia Journal of Fisheries Community Empowerment, 1(3), 196-201. http://dx.doi.org/10.29303/jppi.v1i3.345.
Praseyta. (2025). FPIK UB and Wahana Visi Indonesia Explore Collaboration on Silvofishery for Coastal Resilience. Ub.ad.id. https://prasetya.ub.ac.id/en/fpik-ub-dan-wahana-visi-indonesia-jajaki-kolaborasi-silvofishery-untuk-ketahanan-pesisir/.
Rahayu, D. P., Faisal., Darwance., & Ferdian, K. J. (2023). Environmental and Social Injustice: Impact and Sustainability of Small Scale Tin Mining Under Indonesia’s New Mineral and Coal Regulation. Cepalo, 7(2), 119-130. https://doi.org/10.25041/cepalo.v7no2.3137.
Rahman, M.Z., & Pansyah, D. (2019). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir melalui Pemanfaatan Hutan Mangrove untuk Budidaya Kepiting Bakau di Lombok Barat. Jurnal Kajian Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 7(2), 1-10. http://journal.ummat.ac.id/index.php/geography.
Rifandi, R. (2021). Pendugaan Stok Karbon dan Serapan Karbon pada Tegakan Mangrove di Kawasan Ekowisata Mangrove Desa Mojo Kabupaten Pemalang. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 19(1), 93-103. https://dx.doi.org/10.36762/jurnaljateng.v19i1.871.
Robinson, C., Sabine, C., & Isensee, K. (2025). Providing Solutions to Mitigate, Adapt, and Build Resilience to the Effects of Climate Change. ICES Journal of Marine Science, 82(6), fsae170. https://doi.org/10.1093/icesjms/fsae170.
Sabrina, O., & Putra, R. A. (2025). Navigating the Blue Economy: Indonesia’s Regional Efforts in ASEAN to Support Sustainable Practices in Fisheries Sector. Journals Sustainabillty, 17(5). 6906. https://doi.org/10.3390/su17156906.
Shao Wang, J., & Dong Gu, J. (2021). Ecological Responses, Adaptation and Mechanisms of Mangrove Wetland Ecosystems to Global Climate Change and Anthropogenic Activities. International Biodeterioration & Biodegradation, 162, 105248. Ecological Indicators, 125, 107604. https://doi.org/10.1016/j.ibiod.2021.105248.
Sinta, R. D. (2024). Silvofishery, Revolusi Tambak untuk Masa Depan Budidaya Kepiting Bakau Secara Berkelanjutan. Goodnewsfromindonesia.id. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2024/12/11/silvofishery-revolusi-tambak-untuk-masa-depan-budidaya-kepiting-bakau-secara-berkelanjutan.
Sualia, I., Lestari, I. A., & Al Kafi, R. (2023). Silvofishery sebagai Solusi Berbasis Alam dalam Strategi Mitigasi Perubahan Iklim Indonesia. Mahasiswaindonesia.id. https://mahasiswaindonesia.id/silvofishery-sebagai-solusi-berbasis-alam-dalam-strategi-mitigasi-perubahan-iklim-indonesia/.
Susanto, V. (2025). Get to Know: Silvofishery A Nature-Based Solution for Sustainable Aquaculture and Mangrove Restoration. Fairatmos.com. https://www.fairatmos.com/blog/get-to-know-silvofishery---a-nature-based-solution-for-sustainable-aquaculture-and-mangrove-restoration.
Trenggono, S. W., Meilano, I., Latief, H., Diantara, S. D., Sakti, W., Ketaren, D. G. K., Winata, I. N. P., Yuwono, T., Syamdidi., Arthatiani, F. Y., Kasim, K., & Radiarta, I. N. (2025). Innovation In the Blue Economy and Environmental Sustainability in Marine and Fisheries Strategy. Global Journal of Environmental Science and Management. https://doi.org/10.22034/gjesm.2025.02.08.
Wahyuni, A. (2020). Silvofishery Memelihara Kepiting Sambil Menjaga Mangrove " (Bagian-1). Antaranews.com. https://www.antaranews.com/berita/1908040/silvofishery-memelihara-kepiting-sambil-menjaga-mangrove-bagian-1.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Dwi Jati Marta; Dina Atikah; Ernalem Bangun; Adi Subiyanto

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



